Jumat Curhat di Melaya, Kapolres Jembrana Serap Aspirasi Tokoh Agama dan Pengurus Panti Asuhan

Posted on

Kepolisian Resor (Polres) Jembrana terus memperkuat komunikasi humanis dengan masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui program Jumat Curhat, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K. menyerap aspirasi sekaligus mempererat sinergi kamtibmas bersama pengurus Panti Asuhan Widya Asih dan tokoh masyarakat Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Jumat(16/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Panti Asuhan Widya Asih Melaya ini turut dihadiri Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Sukadana, S.H., Kasat Binmas Polres Jembrana AKP I Nyoman Pasar, S.H., unsur perangkat desa, para pendeta dan majelis jemaat lintas gereja, relawan, serta pengurus panti asuhan.

Dalam sambutannya, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menyampaikan bahwa Jumat Curhat merupakan ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan permasalahan, masukan, maupun harapan secara langsung kepada Polri.

“Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, kami membuka ruang komunikasi dua arah dengan masyarakat. Silakan sampaikan permasalahan maupun masukan agar dapat kita carikan solusi bersama demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Jembrana,” ujar Kapolres.

Pada sesi dialog, sejumlah tokoh agama dan masyarakat menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polri dalam pengamanan kegiatan ibadah, khususnya pada perayaan hari besar keagamaan. Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, pembinaan generasi muda, serta pencegahan tindak kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Jembrana menegaskan pentingnya peran keluarga dan tokoh agama dalam membentuk karakter anak-anak dan remaja sebagai langkah pencegahan terhadap pergaulan bebas, kekerasan, hingga kasus bunuh diri yang belakangan menjadi perhatian bersama.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Peran keluarga dan tokoh agama sangat penting dalam memberikan penguatan iman dan mental kepada anak-anak. Sinergi inilah kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mensosialisasikan berbagai layanan kepolisian, termasuk Call Center 110 yang dapat diakses masyarakat secara cepat dan gratis 24 jam untuk melaporkan gangguan kamtibmas, tindak kriminal, maupun situasi darurat lainnya.

Dialog juga membahas sejumlah isu strategis, di antaranya pelayanan SIM, penanganan kasus KDRT melalui pendekatan restorative justice, pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba, perlindungan hutan dari penebangan liar, serta pendataan orang asing di wilayah Desa Melaya.

“Apabila ada permasalahan narkoba, kami menjamin kerahasiaan pelapor. Rehabilitasi dapat ditempuh dengan kesadaran pengguna dan dukungan keluarga. Polri siap hadir memberikan sosialisasi maupun pendampingan kepada masyarakat,” imbuh Kapolres.